Kuutar sang Dewi Bulan

Diposting pada 18 September 2025

Mengenal Kuutar: Dewi Bulan yang Terlupakan dalam Sejarah Genshin Impact

Dunia Teyvat dalam Genshin Impact tidak hanya diisi oleh petualangan para Traveler dan kisah Tujuh Archon. Jauh di kedalaman sejarahnya, tersembunyi legenda-legenda kuno yang membentuk fondasi dunia itu sendiri. Salah satu kisah yang paling misterius dan puitis adalah tentang tiga dewi bulan, dan salah satunya dikenal dengan nama Kuutar.

Siapakah Kuutar?

Kuutar bukanlah karakter yang

 bisa dimainkan atau NPC yang bisa ditemui. Namanya muncul dari kepingan-kepingan lore, terutama yang ditemukan di wilayah kuno Enkanomiya. Ia adalah salah satu dari tiga dewi bulan yang disembah oleh peradaban kuno Teyvat, jauh sebelum era para Archon dimulai.

Ketiga dewi bulan ini memiliki nama yang saling melengkapi layaknya sebuah syair: Aria, Sonnet, dan Canon. Kuutar diyakini adalah nama lain atau sebutan untuk Canon, salah satu dari tiga saudari surgawi tersebut. Mereka bersama-sama menguasai langit malam dan menjadi pusat dari banyak kepercayaan pada masa itu.

Legenda Tiga Bulan dan Kehancuran Mereka

Menurut teks kuno dalam game, seperti "Koleksi Byakuyakoku," ketiga dewi bulan ini memiliki siklus mereka sendiri. Mereka akan bergiliran mengendarai kereta surgawi mereka melintasi langit, menciptakan siklus bulan yang harmonis. Rakyat peradaban kuno hidup di bawah cahaya mereka dan memuja mereka sebagai penguasa malam.

Namun, sebuah bencana besar (Great Catastrophe) yang detailnya masih menjadi misteri menyebabkan kehancuran mereka. Diceritakan bahwa kereta surgawi mereka hancur, dan ketiga saudari tersebut "binasa" satu per satu. Sejak saat itu, langit Teyvat hanya memiliki satu bulan yang pucat, yang oleh beberapa narasi dalam game disebut sebagai "mayat" dari salah satu dewi tersebut—sebuah pengingat abadi akan tragedi kosmik yang pernah terjadi.

Relevansi dalam Cerita Genshin Impact

Meskipun kisah Kuutar dan saudari-saudarinya terjadi di masa lampau, legenda ini memiliki dampak penting pada pemahaman dunia Teyvat saat ini:

  1. Sejarah Pra-Archon: Kisah mereka membuktikan bahwa Teyvat memiliki sejarah yang jauh lebih tua dan penguasa yang berbeda sebelum kedatangan Celestia dan pembentukan sistem Tujuh Archon.

  2. Misteri Bulan Teyvat: Legenda ini memberikan penjelasan mengapa beberapa karakter, seperti Scaramouche (Wanderer), menganggap langit dan bintang-bintang di Teyvat adalah "palsu". Keberadaan satu bulan yang merupakan sisa dari tiga dewi yang agung menunjukkan bahwa tatanan dunia saat ini dibangun di atas reruntuhan masa lalu.

  3. Potensi Cerita di Masa Depan: Misteri seputar kehancuran para dewi bulan sering dikaitkan dengan konflik antara "Primordial One" dan "Second Who Came," entitas kosmik yang membentuk dunia Teyvat. Bukan tidak mungkin lore ini akan menjadi relevan kembali saat cerita utama Genshin Impact semakin dalam mengungkap rahasia Celestia dan aal-usul Teyvat.

Kesimpulan

Kuutar, sang dewi bulan, adalah simbol dari sejarah Teyvat yang hilang dan tragis. Kisahnya adalah pengingat bahwa dunia yang kita jelajahi memiliki lapisan-lapisan misteri yang mendalam, di mana dewa-dewi kuno pernah berkuasa dan binasa, meninggalkan jejak mereka di langit malam sebagai saksi bisu dari zaman yang telah lama berlalu.